Minggu, 21 Juni 2015

naskah drama "asal mula danau toba"




NASKAH DRAMA :
“CERITA ASAL MULA DANAU TOBA”
1
 

Sebuah drama dari cerita rakyat yang berjudul “Asal Mula Danau Toba”. Danau  Toba  dengan  panjang  100  kilometer  dan  lebar  30  kilometer  merupakan  danau  terbesar  di Indonesia. Danau  yang  di  tengahnya  terdapat  Pulau  Samosir  ini  terletak  di  Provinsi  Sumatera Utara, menurut cerita, danau vulkanik ini dahulu merupakan sebuah  aliran  sungai, namun  karena terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa, aliran air sungai tersebut berubah menjadi danau.
Peristiwa  apakah  yang terjadi sehingga aliran sungai itu berubah menjadi danau? Ikuti  kisahnya  dalam  cerita  asal  mula  danau toba berikut ini :
2
 

ALKISAH DI DAERAH SUMATERA UTARA, INDONESIA, DIPINGGIR HUTAN HIDUPLAH SEORANG PEMUDA YANG SUKA MENGEMBARA. IA MENGEMBARA KEMANA-MANA NAMUN BELUM PERNAH IA MENETAP  DI SUATU TEMPAT.
AKHIRNYA SAMPAILAH IA DI SEBUAH TEMPAT YANG ALAMNYA INDAH DAN SUBUR, DI DEKATNYA ADA SEBUAH SUNGAI YANG AIRNYA JERNIH. 
DIA MEMUTUSKAN UNTUK MENETAP DI PINGGIR HUTAN ITU DENGAN MEMBUKA LAHAN UNTUK DIDIRIKAN SEBUAH GUBUK DAN LADANG UNTUK TEMPAT BERCOCOK TANAM.
SANG PEMUDA BERJALAN, TAMPAK KELELAHAN, LALU BERISTIRAHAT DI BAWAH POHON SAMBIL MELAMUN ALANGKAH SENANGNYA BILA TINGGAL DITEMPAT INI, ALAMNYA INDAH DAN SUBUR,
”aku harus membuka lahan ini supaya bisa aku dirikan sebuah gubuk untuk tempat tinggal dan tanah ini bisa aku tanami aneka sayur-mayur, lumayan untuk bahan makanan”)
MULAILAH IA MEMBABAT ALANG-ALANG DAN SEMAK-SEMAK SERTA MENEBANG BEBERAPA POHON DI HUTAN ITU. TENTUNYA IA MENEBANG POHON SEPERLUNYA SAJA KARENA DIA HARUS IKUT MENJAGA KELESTARIAN HUTAN YANG MENJADI TEMPAT HIDUP ANEKA SATWA DI HUTAN.
3
 

TERNYATA PEMUDA ITU ADALAH SEORANG PETANI YANG RAJIN, GUBUKNYA TELAH BERDIRI DENGAN KOKOH DEMIKIAN JUGA TANAMAN SAYURANPUN TUMBUH DENGAN SUBUR.
PEMUDA ITU MEMANG TINGGAL SENDIRI DI GUBUK DI PINGGIR HUTAN, NAMUN IA TIDAK MERASA KESEPIAN KARENA IA PEMUDA YANG SUKA BEKERJA. PAGI HARI SEBELUM MATAHARI TERBIT DIA BANGUN TIDAK LUPA MELAKUKAN SHALAT SUBUH, SETELAH ITU IA BERSIAP-SIAP MASUK KE HUTAN UNTUK MENCARI KAYU DAN BUAH-BUAHAN DI HUTAN, KEMUDIAN HARI AGAK SIANG IA KEMBALI KE GUBUKNYA UNTUK ISTIRAHAT SEJENAK.
SELANJUTNYA IA MENYIAPKAN ALAT MEMANCING DAN WADAH UNTUK MENARUH IKAN HASIL TANGKAPANNYA.
“Alhamdulillah hari ini cukup lumayan hasil tangkapan ikanku dan juga persediaan kayu bakarku, cukup untuk aku gunakan memasak dan menghangatkan badan dan sisanya bisa aku jual ke pasar..”)
4
 

PADA SUATU HARI PEMUDA ITU SUDAH MENYIAPKAN MASAKAN UNTUK MAKAN SIANGNYA, NAMUN MASIH ADA YANG KURANG, YAITU LAUKNYA BELUM ADA. PADAHAL IA SUDAH MERASA LAPAR KARENA SEHARIAN TELAH BEKERJA MENGUMPULKAN KAYU DI HUTAN.
SANG PEMUDA BERADA DI DEPAN TUNGKU UNTUK MEMASAK :
“hari ini aku sudah menyiapkan makanan untuk makan siang…tapi lupa aku belum mencari ikan untuk lauknya, padahal kurang lengkap kalau nasi dan sayuran tanpa ikan, kurang bergizi, iyyaa kurang proteingitu lhoo… aku cari ikan dulu ahh…, kalian ikut tidak..hehehe..”)
5
 

DIAMBILNYA PERALATAN MEMANCING, DENGAN SABAR IA MENUNGGU KAILNYA DITARIK OLEH IKAN.
TIDAK BIASANYA IA MENUNGGU HASIL PANCINGANNYA. KALAU HARI-HARI SEBELUMNYA SELALU DITARIK OLEH IKAN-IKAN BEGITU IA MELEMPAR KAILNYA, IKAN-IKAN SELALU BERDATANGAN BEREBUT MENGHAMPIRINYA, KALI INI PEMUDA ITU HARUS MENUNGGU  LAMA.
 “wahh sudah sejam aku memancing koq ya belum dapat ikan yaa…, apa ikan-ikannya sedang berpuasa ya .. koq ikannya nggak ada yang nyenggol umpan pancingku..”)
6
 

TIBA-TIBA PEMUDA ITU MERASA ALAT PANCINGNYA TERASA DITARIK-TARIK NAMUN KALI INI HENTAKANNYA BEGITU KUAT DAN BERAT, BENAR SAJA BEGITU IKAN YANG MENYANGKUT KAILNYA ITU MUNCUL DI PERMUKAAN AIR SUNGAI, TERNYATA SEEKOR IKAN EMAS YANG LUMAYAN BESAR, SEGERA DENGAN SEKUAT TENAGA DITARIKNYA KUAT-KUAT :
“horrre aku dapat ikan, aku dapat ikan,… wah lumayan besar ikannya, ikan masa lagi,.. asyik… hari ini aku masak besar.. pesta ikan mas bakar… ayo siapa yang mau ikuuutt..”.).
BEGITU IKAN ITU TERPEGANG OLEHNYA IKAN ITU SEOLAH-OLAH TERKEJUT DAN SI PEMUDA ITU MELIHAT TATAPAN MATA  MENGIBAH DARI IKAN ITU SEPERTI TATAPAN MATA SEORANG GADIS CANTIK,
NAMUN PIKIRAN SENANG BERCAMPUR HERAN ITU SEGERA DILUPAKAN, PIKIRNYA ITU HANYA SEBUAH IKAN BIASA YANG SERING IA TANGKAP SEBELUMNYA. BERGEGAS PEMUDA ITU BERJALAN CEPAT PULANG KE RUMAH. IA INGIN SEGERA MEMASAK IKAN ITU.
 “oohh ikan yang cantik.. diam saja kamu ya… jangan loncat… aku pengin sekali memegangmu..”)

7
 

SESAMPAI DI GUBUKNYA, PEMUDA ITU LANGSUNG MENUJU DAPUR, DAN MENARUH IKAN ITU PADA SEBUAH WADAH. DENGAN MEMBAWA KAPAK PEMUDA ITU MULAI MEMBELAH KAYU UNTUK DIJADIKAN KAYU BAKAR. TIDAK LAMA PEMUDA ITU SEGERA MEMBAWA SEBATANG KAYU BAKAR KE DAPUR DAN MENYIAPKAN TUNGKU PEMBAKAR IKAN.
 “kamu jangan pergi kemana-mana ya… ikan mas yang cantik… sebentar… aku ambil kayu bakar dulu ya…”)
BEGITU MASUK DAPUR PEMUDA ITU TERKEJUT KARENA DI POJOK RUANGAN TERONGGOK BANYAK KEPING UANG EMAS, PIKIRNYA DARIMANA UANG-UANG EMAS ITU....?? DAN PEMUDA ITU LEBIH TERPERANJAT LAGI KETIKA DILIHATNYA ADA SEORANG GADIS YANG SEDANG TERDUDUK DI DEPANNYA,.... PIKIRNYA APAKAH INI SEBANGSA PERI KARENA BELUM PERNAH IA BERTEMU DENGAN GADIS YANG BEGITU CANTIK SEPERTI DI DEPANNYA,...
8
 
 “hahh, apa ini… uang koin emass.. siapa yang telah menaruhnya.., jangan-jangan…
DAN IA TERKEJUT LAGI DENGAN KEHADIRAN SEORANG GADIS CANTIK DI DEPANNYA, LALU PEMUDA ITU MUNDUR KE BELAKANG :
“siapa anda, mengapa berada di sini, sedang apa anda...??”
 “aku adalah ikan mas yang baru saja anda tangkap dan koin uang emas itu adalah sisik-sisik di badanku.., aku berterima kasih kepadamu karena engkau telah sudi mengeluarkan aku dari sungai itu..., dulu aku adalah seorang puteri raja yang karena suka membantah perkataan orang tua aku dihukum menjadi seekor ikan mas.., sekarang izinkan aku untuk pergi dari gubuk ini dan sebagai rasa terima kasihku terimalah koin-koin uang emas itu sebagai balas budiku..
PEMUDA ITU TERTEGUN SAMBIL MANGGUT-MANGGUT MENDENGARKAN CERITA GADIS DI DEPANNYA.
“tungguu..!!, jangan pergi dulu.. aku mohon kepadamu maukah engkau menjadi istriku dan sahabatku untuk menemani hidupku di tempat ini sehingga aku tidak merasa kesepian lagi..”
9
 

LAMA GADIS ITU TERDIAM... AKHIRNYA KELUARLAH JAWABAN :
 “baiklah aku bersedia menikah denganmu dan menjadi istrimu tetapi aku ada satu permintaan yang mana bila engkau melanggarnya akan terjadi sesuatu terhadap keluarga kita dan di tempat ini...
 “baiklah, calon istriku apa permintaanmu itu...
GADIS ITU MENGAJUKAN PERMINTAAN :
“wahai sang pemuda.. engkau jangan sekali-kali mengungkit-ungkit asal-usulku apalagi menceritakan asal-usulku yang berasal dari ikan mas kepada orang lain termasuk kepada anak kita kelak..”


 “baiklah aku berjanji akan mematuhi permintaanmu..”
DENGAN DISAKSIKAN OLEH BEBERAPA TETANGGA  DESA ITU MENIKAHLAH SANG PEMUDA DENGAN GADIS ITU SECARA SEDERHANA.
10
 

SEBAGAI KELUARGA KECIL MEREKA HIDUP BAHAGIA DAN DAMAI DI PINGGIR HUTAN YANG ASRI DIKELILINGI OLEH ALAM YANG BERSAHABAT DENGAN MEREKA. SAMPAI AKHIRNYA MEREKA DIKARUNIAI ANAK LAKI-LAKI YANG TAMPAN, SAMO NAMANYA. ANAK ITU TUMBUH DENGAN SEHAT DAN GESIT KEMANAPUN AYAHNYA PERGI DIA SELALU MENEMANI DAN MEMBANTUNYA. DEMIKIAN PULA SAAT SANG IBU MEMBUTUHKAN BANTUAN UNTUK MEMETIK SAYURAN, MENGAMBIL BUAH KELAPA DARI POHON  ATAU MENCARI IKAN DI SUNGAI SELALU DILAKUKAN DENGAN IKHLAS DAN SENANG HATI. SAMO JUGA SUKA BERMAIN DENGAN TEMAN-TEMANNYA, TIDAK PERNAH IA BERTENGKAR ATAU MENYAKITI TEMAN-TEMANNYA.
“hai samo kejar aku…” )
11
 
PADA SUATU HARI, TIDAK SEPERTI BIASANYA SAMO BERMALAS-MALASAN, IA MASIH TERTIDUR PULAS PADAHAL HARI SUDAH MULAI TAMPAK TERANG-BENDERANG, AYAHNYA PUN SUDAH PERGI KE LADANG SEJAK PAGI TADI. SANG BUNDA MEMANGGIL-MANGGIL :
“samo.. samo..samo... bangun nak, hari sudah siang... segeralah mandi... nanti kamu antar ke ladang bekal makan siang ayahmu... kasihan dia kalau sudah siang belum makan.”.
SAMO HANYA MENGGELIAT KECIL MENDENGAR TERIAKAN DAN PANGGILAN IBUNYA YANG DIRASA MENGGANGGU TIDURNYA. BERKALI-KALI IBUNYA BERTERIAK... SAMPAI AKHIRNYA DENGAN TERIAKAN YANG CUKUP KERAS MEMBUAT SAMO PUN TERBANGUN...:
“samooo…bangunn..!!! , 
oiya iya bu,... maafkan samo, bu... kemarin samo tidurnya agak larut.
SETELAH MEMBERSIHKAN BADAN DENGAN MANDI, SAMO PUN MENGHAMPIRI IBUNYA, :
“mana bu bekal makan siang ayah nanti akan samo antarkan...
 “ini samo kamu bawa ke ladang, ayahmu sudah menunggu dia di sana,... hati-hati ya...awas jangan mampir-mampir ya...
 “baiklah, bu.. akan samo patuhi segala perintah ibu...”
12
 

AKHIRNYA SAMO PUN PERGI MENGANTARKAN BEKAL AYAHNYA KE LADANG. LUMAYAN JAUH MEMANG JARAK KE LADANG DIMANA AYAHNYA BERCOCOK TANAM. SAMO PUN MENYUSURI JALAN DI PINGGIR HUTAN. SUARA BURUNG DI ATAS DAHAN POHON PUN RAMAI BERSAHUTAN SEOLAH-OLAH MENYAPA SAMO YANG SEDANG
 BERJALAN SENDIRIAN.
MATAHARIPUN SUDAH MAKIN TINGGI SESEKALI MENYENGAT TUBUH SAMO KECIL YANG KADANG-KADANG TIDAK TERLINDUNG OLEH RINDANGNYA PEPOHOHAN.. BERJALAN MENYUSURI PINGGIR HUTAN MEMBUAT BADAN SAMO MULAI KELELAHAN, SAMPAI AKHIRNYA IA BERHENTI UNTUK BERISTIRAHAT DIBAWA POHON...
 “aduh capeknya… istirahat dulu ahh..” ia memegang perutnya.., : “iya, kenapa aku tadi tidak makan dulu sebelum berangkat… perutku lapar sekali, ini ada bekal makanan milik ayah, dimakan tidak ya… dimakan…tidak… dimakan… tidak… ah aku makan sedikit aza habis lapar sihh.. mudah-mudahan ayah tidak apa-apa..”)
NAMUN KARENA LAPARNYA AKHIRNYA SAMO PUN MEMBUKA BEKAL MILIK AYAHNYA... SEDIKIT SAJA BARANGKALI CUKUP UNTUK MENGHILANGKAN LAPAR DI PERUTNYA.. NAMUN KARENA MASAKAN IBUNYA YANG LEZAT SEHINGGA SAMO PUN MENGHABISKAN 2/3 BEKAL MAKANAN UNTUK AYAHNYA ITU DAN MENYISAHKAN SEDIKT MAKANAN DI WADAHNYA. DALAM HATINYA SAMO MERASA BERSALAH TELAH MEMAKAN BEKAL MAKANAN AYAHNYA.... SESUATU YANG BUKAN MENJADI HAKNYA... TAPI IA AKAN BERTERUS TERANG KEPADA AYAHNYA. IA YAKIN AYAHNYA AKAN MEMAAFKANNYA.
13
 

SELANJUTNYA SAMO PUN MELANJUTKAN PERJALANAN DAN AKHIRNYA SAMO PUN SAMPAILAH DI LADANG AYAHNYA.
DARI KEJAUHAN AYAHNYA MENGHAMPIRI DENGAN WAJAH BERSERI-SERI ... :
 “samo anakku, kamu memang anak yang baik mau mengantarkan bekal untuk ayah... sini bekalnya... ayah sudah sangat lapar..”
 “ini bekalnya, ayah..” SAMBIL MENYERAHKAN BUNGKUSAN WADAH DENGAN PERASAAN TAKUT KARENA TELAH LEBIH DULU MEMAKAN BEKAL MAKANAN UNTUK AYAHNYA.
SAKING LAPARNYA... SANG AYAH AKHIRNYA MEMBUKA BEKAL MAKANAN ITU.... DAN SANG AYAH TERCENGANG MELIHAT ISI WADAH YANG TERNYATA MAKANANNYA TINGGAL SEDIKIT DAN LAUKNYA TERSISA SEDIKIT DAN LEBIH BANYAK TULANG IKANNYA...
“kok tinggal sedikit bekal makanan untuk ayah..., mana yang lain...??
 AYAHNYA MULAI MURKA.. SAMO PUN DENGAN KETAKUTAN : 
“mmaafkan samo ayah,... samo bersalah telah memakan bekal milik ayah.... maafkan samo, ayah...
AYAHNYA YANG SUDAH TERLANJUR MARAH DISERTAI RASA LAPAR YANG SANGAT SEHINGGA TANPA DISADARI KELUARLAH KATA-KATA DARI MULUT AYAHNYA :
“dasar anak tidak tahu diri, ayah hanya disisakan sedikit makanan itu namanya tidaak baik anakkuuu.... lauknya engkau habiskan pula... dasar anak tidak tahu diuntung, kamu memang benar-benar anak keturunan ikan...!!!
“Apa  maksud  Ayah?  Kenapa mengatakan aku anak keturunan ikan..??”
 “Asal kamu tahu saja, ibumu adalah penjelmaan seekor ikan,” 

SAMO PUN TERDIAM DAN KETAKUTAN MENDENGAR KEMARAHAN AYAHNYA. SAMO MENGAKUI KESALAHANNYA DAN IA PUN MENANGIS SAMBIL BERPAMITAN PULANG.
“maafkan samo ayah..,. samo pulang...!!”
AYAHNYA KAGET DIA MENYADARI TELAH BERBUAT DILUAR KONTROL NYA TELAH MEMARAHI SAMO HABIS-HABISAN PADAHAL IA SANGAT MENYAYANGI ANAKNYA ITU.  “samo..., samo..., tunggu ayah... !!
14
 

TAPI SAMO PUN BERLARI MENJAUHI AYAHNYA. SAMO BERLARI PULANG MENUJU KE RUMAH TAK MEMPEDULIKAN TERIAKAN AYAHNYA.. SAMO INGIN SEGERA BERTEMU IBUNYA... DAN MENANYAKAN PERKATAAN AYAHNYA YANG MENGATAKAN BAHWA IA ADALAH ANAK IKAN.
IBUNDANYA KAGET MELIHAT SAMO BERLARI MENUJU KE ARAHNYA SAMBIL MENANGIS.
15
 

IBUNDA SAMO SETELAH MENDENGARKAN CERITA SAMO SEKETIKA BERUBAH RAUT WAJAHNYA DAN MERASA HANCUR HATINYA MENGETAHUI BAHWA SANG SUAMI YANG MERUPAKAN AYAH DARI ANAK SATU-SATUNYA ITU TELAH MELANGGAR SUMPAHNYA DENGAN KATA-KATA CERCAAN YANG MENGUNGKIT ASAL USULNYA. KINI TIBA SAATNYA UNTUK BERPISAH DENGAN SUAMI DAN ANAK YANG SANGAT DIKASIHINYA. SEKETIKA  ITU  PULA  IA  MENYURUH ANAKNYA AGAR NAIK KE PUNCAK BUKIT.   “anakku!  naiklah  ke  puncak  bukit  itu  dan  panjatlah  pohon  yang  paling  tinggi!” 
SERU  SANG  IBU  SAMBIL MENETESKAN AIR MATA.
SAMO  PUN  SEGERA  BERLARI  KE  ATAS  BUKIT. KETIKA SAMPAI DI LERENG BUKIT, SANG IBU PUN SEGERA BERLARI MENUJU KE SUNGAI.
SAAT IA BERADA DI TEPI SUNGAI, CUACA YANG SEMULA CERAH, TIBA-TIBA BERUBAH MENJADI GELAP GULITA. GEMURUH DISUSUL PETIR MENYAMBAR-NYAMBAR YANG DISERTAI DENGAN HUJAN YANG SANGAT DERAS.

PADA  SAAT  ITULAH,  SANG  IBU SEGERA MELOMPAT KE DALAM SUNGAI DAN TIBA-TIBA BERUBAH MENJADI SEEKOR IKAN BESAR.


16
 

TAK BERAPA LAMA KEMUDIAN, SUNGAI ITU BANJIR DAN AIRNYA MELUAP KEMANA-MANA, SEHINGGA TERGENANGLAH LEMBAH DI SEKITAR SUNGAI ITU MENGALIR. LAMA-KELAMAAN GENANGAN AIR ITU SEMAKIN MELUAS DAN AKHIRNYA BERUBAH MENJADI SEBUAH DANAU YANG SANGAT BESAR.
OLEH MASYARAKAT SETEMPAT, DANAU ITU DINAMAKAN DANAU TOBA.
17
 

Demikian  cerita  asal  mula  Danau  Toba  dari  Daerah  Sumatra  Utara,  Indonesia.  Cerita ini termasuk  legenda  yang  mengandung  nilai­nilai  moral  yang  dapat  dijadikan  pedoman dalam kehidupan sehari­hari.  Sedikitnya  ada  dua  nilai  moral  yang  dapat  dipetik  dari  cerita  di  atas,  yaitu  sifat rajin bekerja keras dan sifat tidak pandai menjaga amanah.
Pertama, apabila kita rajin dan tekun bekerja maka akan memperoleh hasil pekerjaan yang memuaskan sebagai bekal untuk kehidupan masa depan;
Kedua,  akibat  buruk  tidak  pandai  memelihara  amanah/janji.  Orang  yang  tidak  pandai memelihara amanahadalah  orang  yang  tidak  dapat  dipercaya. 
Hal  inilah  yang  terjadi  pada  sang pemuda  yang  telah mengingkari  janji  dan  sumpahnya  dengan  mengungkit­ungkit  asal­usul  istrinya  di  depan  anak  mereka akibatnya,  istrinya  pun  pergi  meninggalkannya  dan  kembali  menjelma  menjadi  seekor  ikan .
Dikatakan dalam  petunjuk ajar melayu :

“Siapa Melalaikan Amanah, Hidup Matinya Takkan Berkah,
Siapa Menolak Amanah, Balak Menimpa Hidupnya Punah.”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  ADA SELEKSI SEKOLAH UNTUK IKUTI KURIKULUM PROTOTIPE Sekolah yang akan mengikuti Kurikulum Prototipe harus melewati seleksi. Penerapan k...