Rabu, 30 Desember 2020

BANTUAN PAKET PULSA GRATIS DARI KEMDIKBUD, APAKAH EFEKTIF ?

 

BANTUAN PAKET PULSA GRATIS DARI KEMDIKBUD, 

APAKAH EFEKTIF ?



Kemdikbud meluncurkan  bantuan paket pulsa gratis bagi para pendidik (guru dan dosen) serta peserta didik dan mahasiswa selama 3 bulan (Oktober – Desember 2020) yang lalu. Bantuan kuota internet yang digulirkan pemerintah dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau daring mendapat respon yang beragam dari masyarakat. Ada yang memuji sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap nasib pendidikan di masa pandemi covid-19, tetapi tidak sedikit yang mempertanyakan efektivitas bantuan tersebut. 

Pertanyaannya seberapa efektifkah bantuan tersebut?

Pemerintah melalui Mendikbud Nadiem Makarim mengungkapkan akan memberikan
bantuan berupa kuota internet kepada para guru dan siswa.
Kalau melihat kronologis program tersebut diawali pada bulan September. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020, secara virtual, Jumat (24/9).

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi. Terlaksananya kebijakan ini adalah hasil koordinasi antara Kemendikbud dengan pemangku kepentingan lainnya yakni Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). 

Mendikbud mengatakan keterbatasan ketersediaan paket data internet bagi pendidik dan peserta didik selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Solusinya, Kemendikbud beserta pemangku kepentingan lainnya memberikan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama empat bulan senilai Rp 7,2 triliun. 

“Saya bersyukur atas kerja sama dan koordinasi yang baik lintas kementerian dan lembaga sehingga kebijakan bantuan kuota data internet dapat terealisasi. Seluruh penerima manfaat yakni peserta siswa, guru, mahasiswa, dan dosen akan mendapatkan kuota internet sesuai yang diperlukan selama empat bulan ke depan,” tutur Mendikbud. 

Sementara itu, Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan rasa syukur bahwa asistensi fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diberikan untuk mendukung PJJ bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen bisa terwujud dengan kerja keras Mendikbud, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Bappenas, dan banyak pimpinan lembaga lainnya serta keberpihakan dari Presiden Joko Widodo untuk mengerjakan ini. 

“Asistensi fiskal diberikan kepada 60 juta siswa untuk pendidikan umum maupun pendidikan khusus. Tentunya asistensi ini sangat bermanfaat. Apalagi Menteri Nadiem sudah mengatur alokasi pemanfaatannya dengan baik. Saya kira ini keputusan yang baik sekali,” ujar Menkominfo. Dari sisi Kemenkominfo, dia memastikan operator seluler terus menjaga kualitas jaringan agar terjaga dengan baik. “Kami meminta agar operator seluler turut mengambil bagian penting untuk memerhatikan betul kondisi jaringan di lokasinya masing-masing. Perhatian dari seluruh pemangku kepentingan ini sangat berpengaruh besar terhadap proses belajar-mengajar,” katanya. 

Pada kesempatan itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kerja sama ini adalah hal yang sangat positif karena negara hadir untuk rakyat, bekerja baik untuk rakyat, dan bekerja 24 jam untuk rakyat. “Program kerja kami dari awal tidak pernah berubah. Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh adalah tiga strategi yang dijalankan secara baik. Kebijakan bantuan kuota data internet menjadi bagian dari Indonesia tetap kerja,” jelas Menteri BUMN. 

Bantuan kuota data internet yang diberikan pemerintah terdiri dari dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum berarti yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan kuota belajar berarti yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/. 

Alokasi kuota yang diberikan yakni untuk peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 20 GB/bulan, peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5 GB/bulan, sisanya adalah untuk kuota belajar. 

Mendikbud mengatakan kuota internet akan dibagikan merata kepada seluruh pendidik dan peserta didik yang telah terdaftar. Para orang tua siswa pun tidak perlu khawatir jika anak-anak mereka belum mendapatkan bantuan kuota, karena mekanisme penyaluran bantuan kuota data internet dilakukan secara bertahap. 

Mekanisme pemberian bantuan kuota data internet diawali dengan pendataan dan verifikasi nomor ponsel. Kedua, Kemendikbud melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler. Ketiga, penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dan terakhir, pemutakhiran nomor ponsel. 
Rincian Bantuan Kuota Data Internet 2020 Kemdikbud 

Untuk bulan pertama, tahap pertama bantuan kuota diberikan pada 22-24 September 2020, disusul tahap kedua pada 28-30 September 2020. Kuota berlaku 30 hari terhitung sejak diterima oleh nomor ponsel. 

Untuk bulan kedua, bantuan kuota diberikan pada 22-24 Oktober 2020 untuk tahap I, 28-30 Oktober 2020 untuk tahap II yang berlaku selama 30 hari terhitung sejak diterima nomor ponsel. Sedangkan untuk bulan ketiga dan keempat, tahap I diberikan pada 22-24 November dan tahap II pada 28-30 November 2020 yang berlaku selama 75 hari sejak diterima nomor ponsel pendidik dan peserta didik. 

Jika pendidik dan peserta didik belum menerima bantuan, Mendikbud meminta agar segera melapor kepada pimpinan satuan pendidikan untuk mendapatkan bantuan kuota belajar dengan menyampaikan nomor ponsel yang akan didaftarkan dan segera mengecek ke operator sekolah atau kampus untuk memastikan nomor telah terdaftar dan aktif. 

“Saya meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena seluruh pendidik dan peserta didik akan mendapatkan bantuan karena penyaluran dilakukan secara bertahap dan masa berlaku terhitung sejak bantuan kuota belajar diterima,” ujar Mendikbud. 

Setelah meresmikan, Mendikbud berbincang secara virtual bersama para penerima bantuan kuota data internet kepada pendidik Santi Kusuma Dewi, guru SMP Islam Baitul Izzah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur; Nuriyani Kobandaha dan Gita Kobandaha, perwakilan orang tua Keyra Divia SD Negeri 1 Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara; serta Harris Munandar, mahasiswa Teknik Informatika Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. 

Mendikbud menanyakan bantuan kuota data internet akan dimanfaatkan apa saja oleh Santi dan yang lainnya. Menurut Santi, perbedaan yang luar biasa. Kalau dahulu sebelum ada bantuan dari pemerintah, siswa mengalami kesulitan karena mahalnya kuota yang harus mereka beli, kurangnya infrastruktur yang ada. “Saya di sini merasa mendapatkan kenikmatan menggunakan teknologi dalam pembelajaran tapi setelah mendengar Pak Erick (Menteri BUMN) menjelaskan bahwa kita sedang berjuang untuk memperbaiki infrastruktur agar seluruh pelosok negeri di Indonesia mendapatkan internet yang sama itu seperti mimpi yang jadi nyata. Saya sangat senang sekali kalau pemerintah sudah berupaya untuk memberikan fasilitas berarti kita sebagai guru juga harus memperbaiki kualitas kita dalam pembelajaran,” kata Santi. 
Siswa sedang belajar daring 
Sementara itu menurut Gita Kobandaha, bantuan kuota internet Ia akan manfaatkan dengan baik untuk belajar. “Yang pertama dipakai untuk belajar, Pak, karena di sini PJJ-nya pakai jaringan. Jadi kalau kami dapat bantuan itu alhamdulillah bersyukur karena termasuk di sini ekonomi daerahnya masih rendah. Jadi kasihan pak kalau teman-teman atau anak-anak biasanya cuma pinjam kuota,” ujarnya. 

Harris menyampaikan bahwa Ia sangat mengetahui berapa kuota yang habis jika digunakan untuk PJJ. Dia mencontohkan satu video conference bisa menghabiskan hampir 1 GB. “Alhamdulillah dapat bantuan 50 GB dari Kemendikbud dan Tri memberikan 30+6 GB. Apalagi saya mahasiswa informatika. Alhamdulillah terbantu. Jadi overall sangat membantu. Saya di perbatasan, ada yang belum mendapatkan infrastruktur sinyal, apalagi di dekat perbatasan Malaysia sangat sulit mendapatkan sinyal, harus di satu tempat. Tapi secara keseluruhan, sangat membantu, apalagi saya mahasiswa yang tugasnya sangat banyak. Terima kasih, Mas Menteri,” jelasnya. 

Mendikbud kembali mengatakan seperti yang disampaikan Menkominfo bahwa saat ini peningkatan konektivitas menjadi prioritas pemerintah selama dua tahun belakangan. Seiring dengan itu, Kemendikbud juga sedang menyiapkan modul untuk PAUD dan SD yang dapat diakses dan dipakai secara luar jaringan (luring). “Saya berharap seluruh pendidik dan peserta didik dapat memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan kuota data internet tersebut untuk belajar,” tutup Mendikbud. 

Terkait pengawasan kebijakan bantuan kuota data internet, Kemendikbud bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Masyarakat juga dapat melakukan pengawasan jika terdapat penyimpangan dengan melaporkannya kepada Unit Layanan Terpadu (ULT) Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud di laman http://ult.kemdikbud.go.id/. Untuk pertanyaan teknis dapat ditanyakan ke layanan pelanggan masing-masing operator seluler dan ULT Kemendikbud.

Bagaimana, pembaca sudah baca artikel di atas yang merupakan artikel dari laman sekretariat kabinet. tentu seberapa efektif tidaknya perlu adanya penelusuran dan statement atau testimoni dari penerima manfaat tersebut ya....

Pesan notifikasi bantuan kuota internet
Di kutip dari media Kompas online (23/10/2020) Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif'an mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan ASI, sebanyak 84,7 persen masyarakat menilai bantuan kuota gratis Kemendikbud merupakan langkah yang tepat bagi peserta didik maupun tenaga pendidik di masa pandemi Covid-19. 

"Sebanyak 13,7 persen menyatakan tidak, sedangkan sisanya 1,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab," jelas Ali melansir laman Kemendikbud, Kamis (22/10/2020). 

Dia mengaku, survei yang dilakukan ASI memang ingin mengetahui pendapat publik secara nasional terhadap program bantuan kuota gratis yang digagas Kemendikbud. Sebagai sebuah kebijakan, program subsidi kuota data internet ini sempat menuai pro dan kontra di masyarakat. 

Sementara itu, kata dia, sebanyak 85,6 persen publik menilai bahwa program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orangtua siswa/ mahasiswa dalam membeli paket internet, sementara 13,6 persen tidak berpendapat demikian. Sisanya 0,8 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab. 

Lalu, dia menyebutkan, sebanyak 63,2 persen publik juga mengaku puas dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud RI dalam menyalurkan bantuan kuota internet, sementara 32,1 persen mengaku tidak puas. Sisanya 4,7 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab. Ali mengatakan, survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun jumlah responden dalam survei ini berjumlah 1.000 orang, dengan tingkat margin of error kurang lebih mencapai 3,10 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

"Survei ini dilakukan sejak tanggal 7 hingga 11 Oktober 2020 menggunakan metode wawancara yang dilakukan melalui kontak telepon atau menggunakan kuesioner," jelas dia. 

Plt Kapusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie mengungkapkan, para surveyor merupakan mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan secara intensif di setiap pelaksanaan survei. 

Validasi sampel data dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir. 

"Hal ini menjadi masukan penting bagi kami untuk menyempurnakan pelayanan kepada publik. Koordinasi dan kerja sama kita dengan satuan pendidikan juga para provider," jelas Hasan. 

Kuota gratis ringankan beban ekonomi Paling terpenting, lanjut Hasan, masyarakat menilai kebijakan kuota gratis Kemendikbud merupakan langkah yang tepat dan membantu meringankan beban ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Baca juga: Sebelum Program Kuota Gratis, Uang Habis untuk Beli Paket Internet "Yang terpenting, bahwa kebijakan ini membantu pembelajaran jarak jauh di masa pandemi," pungkas Hasan.



Dikutip dari laman CNN Indonesia (22/09/2020), 

Sejumlah mahasiswa, guru dan siswa mulai menerima subsidi bantuan kuota dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi virus corona (Covid-19).

Mereka menerima informasi bantuan kuota dari pesan singkat yang berisi paket internet dari kemdikbud sudah masuk.

Salah satunya adalah Cesna Yuda Gestri, mahasiswa semester tiga di Universitas Indonesia (UI). 

"Dapat 46 gigabyte untuk kuota aplikasi edukasi dan 5 gigabyte untuk regular," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Kuota itu langsung dipakai untuk membuka situs kampus siang ini. Ia mengaku tidak menemukan kendala dan bisa menggunakan kuota dengan lancar.

Ketika membuka situs kampus, ia memastikan kuota pribadi yang ada di ponselnya tidak terpakai. Dan, kuota yang berkurang adalah kuota belajar dari pemerintah.

Mahasiswa yang kerap disapa Yuda itu mengakui selama ini masih mampu membiayai beban kuota dari kantong sendiri. Namun, bantuan kuota dari pemerintah cukup membantu kegiatan belajarnya.

"Lumayan banget sih, soalnya kalau ada kelas sinkronus [melalui konferensi video] itu lumayan butuh kuota yang banyak," kata dia.

Bantuan kuota juga sudah diterima rekannya sesama mahasiswa UI, Adelwin Airel Anwar yang kini menempuh semester 7 jurusan ilmu hukum. Ia mendapat notifikasi kuota subsidi dari operator pukul 08.44 pagi.

Kuota yang diterima berjumlah 50 gigabyte seperti yang dijanjikan pemerintah. Ia menggunakan operator tri dan turut memasukkan data nomor HP ke sistem kampus.

Kendati begitu ia mengakui sebenarnya tak begitu membutuhkan bantuan kuota. Dalam sebulan kuota yang dihabiskan untuk belajar lewat ponsel tak sampai 50 gigabyte. Pasalnya, di rumahnya selama pandemi ini ia habiskan untuk belajar itu memiliki fasilitas wifi pribadi.

"Mungkin saya pakai jika ada kebutuhan mendesak sehingga harus kelas di luar. Saya selama ini untuk kelas menggunakan wifi jika di rumah atau tempat magang," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Pelajar mengikuti kegiatan belajar daring dengan menggunakan jaringan wifi gratis tenda pintar, di kawasan Pondok Kelapa. Jakarta, 12 Agustus 2020. Tenda yang didirikan warga RT 13 RW 02 Komplek DKI, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, untuk membantu meringankan beban internet bagi warga sekitar yang harus mengikuti pembelajaran secara daring. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Pelajar mengikuti kegiatan belajar daring dengan menggunakan jaringan wifi gratis tenda pintar, di kawasan Pondok Kelapa. Jakarta, 12 Agustus 2020

Terpisah, Kepala Sekolah Menengah Pertama 52 Jakarta Timur, Heru Purnomo mengatakan sebagian siswa dan guru di sekolahnya sudah menerima bantuan kuota. 


"Baru saja pada masuk sebagian siswa dan guru. Kebanyakan dari Telkomsel," katanya kepada CNNIndonesia.com. 

Bantuan kuota sendiri, kata dia, sangat dibutuhkan bagi siswa yang dinaungi di sekolahnya. Selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung, Heru mengaku sering mendapat keluhan mengenai kuota baik dari guru maupun siswa dan orangtuanya.

Sejauh ini pihaknya belum menerima laporan kendala pemakaian kuota. Sebagian siswa dan guru yang menggunakan operator lain belum menerima bantuan kuota hingga siang ini.

Sejumlah siswa melakukan aktivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan fasilitas jaringan internet gratis hasil swadaya masyarakat di Sanggar Berase Petamburan, Jakarta, Jumat 28 Agustus 2020. Rencananya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bakal menggunakan anggaran Rp7,2 triliun untuk membelikan kuota internet bagi siswa, guru dan dosen selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan di tengah pandemi virus corona (Covid-19). CNN Indonesia/Bisma Septalisma

Siswa melakukan aktivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan fasilitas jaringan internet gratis hasil swadaya masyarakat di Sanggar Berase Petamburan, Jakarta, 28 Agustus 2020

Sementara itu, mitra kerja Kemendikbud di DPR RI, Komisi X meminta pembenahan data penerima bantuan kuota internet untuk PJJ tersebut. Hal itu tak lepas dari pengakuan Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, yang juga mendapatkan bantuan kuota. Alvin Lie sendiri mengaku dirinya terdaftar sebagai mahasiswa S3 saat ini.


"Pertama, datanya. Kemudian, sasaran utama yang diprioritaskan itu apa, semestinya ada penjelasan, selama ini belum ada penjelasan di Komisi X [DPR]. [Pembenahan data perlu] agar lebih tepat sasaran dan sampai kepada yang membutuhkan," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih kepada CNNIndonesia.com, Selasa.

Menurutnya, pembenahan data ini perlu dilakukan agar bantuan subsidi kuota internet dapat berjalan lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, penyortiran data penting dilakukan agar bantuan subsidi kuota bisa tersalurkan secara tepat sasaran.Senada, kolega Fikri di kursi pimpinan Komisi X DPR RI, Dede Yusuf meminta Kemendikbud menyortir kembali nomor telepon yang terdaftar sebagai penerima bantuan subsidi kuota di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) maupun dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)

"Kuncinya, kan kemarin selama dua minggu ditawarkan itu melaporkan nomor telepon kepada dapodik. Tentu dari sekian puluh juta yang diberikan pasti ada missed data, silakan pemerintah lakukan sortir kembali, apakah tepat atau tidak tepat," kata Dede Yusuf.

Ia juga meminta kepada pihak-pihak yang telah menerima bantuan subsidi kuota untuk melakukan introspeksi diri kembali. Menurutnya, bantuan subsidi kuota seharusnya diutamakan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi bila harus menambah beban pulsa,

"Kalau yang gajinya sudah ratusan juta kan tidak perlu mendapatkan bantuan kuota. Masalahnya, kenapa mendaftarkan nomor teleponnya? Kita harus koreksi diri kita sendiri apakah nomor kita sudah tercatat kepada Dapodik," tutur politikus Partai Demokrat itu.

Sumber:https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200922165008-20-549528/kesaksian-mahasiswa-guru-soal-bantuan-kuota-kemendikbud

Ternyata efektif juga ya, bantuan dari Kemdikbud terkait bantuan kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen. Buktinya 85,6 % masyarakat Indonesia menilai bantuan kuota internet Kemdikbud sangat membantu. 

Paling tidak memecahkan solusi ketersediaan paket data internet yang memudahkan pembelajaran jarak jauh via daring. tentu masih ada kendala dan kekurangan disana sini tapi secara umum program ini layak diapresiasi sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam pelayanan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di masa pandemi covid-19.















Senin, 28 Desember 2020

MERDEKA BELAJAR, STRATEGI PENDIDIKAN ZAMAN NOW


MERDEKA BELAJAR, 
STRATEGI PENDIDIKAN ZAMAN NOW

Peristiwa Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu ditandai upacara penandatanganan di atas kapal perang USS Missouri di Teluk Tokyo, 2 September 1945. Menteri Luar Negeri Jepang Mamoru Shigemitsu menandatangani mewakili pemerintah Jepang. (Bettmann)


Saat  Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II tahun 1945, mencoba menghitung dan mengumpulkan berapa jumlah guru yang selamat pada saat itu. Malaysia pada awal kemerdekaannya banyak mendatangkan guru-guru dari Indonesia untuk mengajar rakyat mereka. Ternyata saat ini kedua negara itu telah menjadi macan baru Asia disebabkan kepedulian kedua negara tersebut terhadap pentingnya pendidikan.

 

Begitu pentingnya pendidikan sehingga banyak negara yang mengawali pembangunan negaranya dimulai dari  sistem pendidikan untuk menciptakan generasi terbaik yang menjaga keberlangsungan bangsanya. Bagaimana dengan Indonesia?

Ki Hadjar Dewantara 

Setiap 2 Mei kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kita teringat sosok pahlawan pendidikan yaitu Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hadjar Dewantara. Beliau lahir 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Hardiknas ditetapkan pemerintah untuk memperingati kelahiran beliau.

Sebagai sosok yang peduli nasib bangsanya, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 3 Juli 1922, sebuah lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi rakyat pribumi untuk memperoleh hak pendidikan seperti halnya anak bangsawan maupun orang-orang Belanda. Beliau mempunyai cita-cita mulia yakni semua rakyat bisa mengenyam manisnya pendidikan.

Anak sekolah di Padang, Sumatra Barat sedang meniti jembatan darurat

Kini setelah peringatan kemerdekaan negara Indonesia ke-75, apakah cita-cita Ki Hadjar Dewantara sudah terwujud? Mari kita lihat, pemerintah  telah menggratiskan biaya pendidikan bahkan telah memberikan dana operasional pendidikan bagi lembaga sekolah di Indonesia. Harapannya supaya pendidikan bisa diakses seluas-luasnya oleh masyarakat. Hal ini telah sesuai dengan amanat pembukaan undang-undang dasar 1945  yaitu mencerdaskan  kehidupan bangsa.


Terkait hal ini, inovasi dan pembaruan sistem pendidikan telah dilakukan pemerintah. Pada acara Rapat Koordinasi Bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jakarta 11 Desember 2019, Nadiem menjelaskan ada empat program pembelajaran nasional. Empat program itu sebagai kebijakan pendidikan nasional "Merdeka Belajar". 


Mendikbud Nadiem Makarim : Merdeka Belajar

Apa itu program "Merdeka Belajar"? Inilah penjelasan Mendikbud Nadiem:

1)  USBN diganti ujian (asesmen). Menurut Nadiem, saat ini USBN membatasi penerapan semangat UU Sisdiknas yang memberikan keleluasaan bagi sekolah menentukan kelulusan. Sesuai  arah kebijakan barunya, mulai tahun 2020 USBN akan diganti dengan ujian (asesmen) yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Nantinya, ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa. Dimana ujian dalam bentuk tes tertulis dan atau bentuk penilaian lain yang lebih komprehensif. Seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis dan sebagainya). Dengan begitu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam menilai hasil belajar siswa. Bahkan diharapkan anggaran USBN dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran.


2) Ujian Nasional (UN) dihapus. Tahun 2020 adalah pelaksanaan UN yang terakhir, karena melihat saat ini materi UN terlalu padat sehingga siswa dan guru cenderung menguji penguasaan konten, bukan kompetensi penalaran. Disamping itu, UN dianggap jadi beban siswa, guru dan orangtua karena menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Sebagai penggantinya, pada 2021, akan dilaksanakan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang diterapkan dalam ujian nasional selama ini, melainkan melakukan pemetaan terhadap dua kompetensi minimum siswa, yakni dalam hal literasi dan numerasi. Asesmen ini dilakukan pada siswa di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11). Arah kebijakan baru ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS.


3)  RPP dipersingkat. Selama ini guru diarahkan mengikuti format RPP secara kaku. Sebelumnya format RPP terlalu banyak komponen dan guru diminta menulis sangat rinci (satu dokumen RPP bisa lebih 20 halaman). Nanti akan dipersingkat yakni RPP 1 halaman saja yang berisi tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan asesmen. Sehingga penulisan RPP dilakukan secara efisien dan efektif yang menjadikan guru punya cukup waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajarannya.

4)  Zonasi PPDB lebih fleksibel. Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Adapun kebijakannya, PPDB lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Menurut Nadiem, komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Untuk jalur prestasi atau sisa 30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. "Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi," ujar Nadiem. 

   More read : https://edukasi.kompas.com/read/2019/12/12/12591771/gebrakan-merdeka-belajar-berikut-4-penjelasan-mendikbud-nadiem?page=all.

Tahun 2020 adalah tahun dimana pelayanan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat diuji dengan merebaknya pandemi virus covid-19. Tidak hanya di Indonesia namun juga dialami di hampir semua negara di dunia ini.

Belajar di masa pandemi covid-19

Sektor pendidikan juga mengalami dampaknya, disamping secara ekonomi merupakan pukulan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Fokus penanganan pemerintah adalah antisipasi penyebaran dan pencegahan pandemi covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Keselamatan peserta didik dan guru serta warga sekolah adalah prioritas utama. Sehingga strategi pembelajaran yang awalnya didominasi tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pemerintah, masyarakat dan para orang tua mulai menyesuaikan dengan pola baru pembelajaran yaitu secara daring atau dalam jaringan. Dimana pola daring begitu mengandalkan jaringan internet. Padahal kita ketahui di sebagian wilayah Indonesia terdapat blankspot jaringan atau terkendala perangkat dan infrastruktur. Belum lagi latar belakang ekonomi orang tua yang beragam, ada yang mampu menyediakan fasilitas belajar daring dan paket data, ada pula yang tidak mampu melengkapinya. Meskipun Kemdikbud meluncurkan  bantuan paket pulsa gratis bagi para pendidik (guru dan dosen) serta peserta didik dan mahasiswa selama 3 bulan (Oktober – Desember 2020) yang lalu.

Pertanyaannya seberapa efektifkah bantuan tersebut?, Apakah di masa pandemi merdeka belajar bisa dilaksanakan secara efektif?, Bagaimana upaya untuk meningkatkan pelayanan dan mendongkrak mutu pendidikan di Indonesia?

Kita semua berharap meskipun pandemi covid-19 masih membayangi kehidupan bangsa Indonesia dan penduduk di dunia, namun upaya untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik untuk semua lapisan masyarakat harus tetap dilanjutkan.

Pelaksanaan dan pembenahan sistem pembelajaran apakah secara daring atau luring (tatap muka) terus diupayakan oleh pemerintah dan pihak terkait. Dalam hal ini persetujuan pemerintah daerah, kesiapan pihak sekolah dan guru serta kesediaan orangtua sebagai syarat penting diberlakukannya pembelajaran tatap muka (offline). 

Apapun bentuk dan strategi pelayanan pendidikan yang diberikan pemerintah hendaknya senafas dengan ide dan gagasan dari tokoh pendidikan nasional, Bapak Ki Hadjar Dewantara sehingga tujuan pendidikan untuk semua lapisan masyarakat dapat tercapai. 

 

Baca selanjutnya : Bantuan Paket Pulsa Gratis dari Kemdikbud, Efektifkah?



Mengenal PISA dan TIMSS yang menjadi acuan Mendikbud :

 

PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi internasional tentang prestasi literasi membacamatematika, dan sains siswa berusia 15 tahun. Metode penilaian internasional ini menjadi indikator untuk mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global. Penyelenggara studi ini adalah OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) beserta konsorsium internasional yang membidangi masalah Sampling, Instrumen, Data, Pelaporan, dan sekretariat. PISA merupakan studi yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. PISA tidak hanya memberikan informasi tentang benchmark Internasional tetapi juga informasi mengenai kelemahan serta kekuatan siswa beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

 

The Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) adalah penilaian internasional untuk pengetahuan matematika dan sains pada siswa kelas 4 dan 8 di seluruh dunia. TIMSS dikembangkan oleh Asosiasi Internasional untuk Evaluasi Prestasi Pendidikan (IEA) yang memungkinkan negara-negara yang berpartisipasi untuk membandingkan prestasi pendidikan siswa di seluruh dunia. TIMSS pertama kali dikelola pada tahun 1995 dan dilakukan setiap 4 tahun.








Kitaro_Caravansary





Minggu, 27 Desember 2020

Kekuatan Mengemban Amanah


KEKUATAN MENGEMBAN AMANAH

 


Setiap manusia pastilah mempunyai beban dipundaknya yaitu amanah, suatu tanggung jawab. Allah memberikan amanah kepada hamba-Nya disesuaikan dengan kadar kemampuan tiap-tiap individu
;

AMANAH atau dapat dipercaya menjadi salah satu karakter unggulan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, sebagaimana dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang memiliki sifat terpuji tersebut. Amanah yang diberikan kepada Rasulullah dilaksanakan dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh umat serta Allah Subhanahu wa ta'ala. Hal ini yang akhirnya membuat sosok Rasulullah mendapat gelar Al Amin, atau orang yang dapat dipercaya, dan tidak hanya dipercaya oleh kaum Muslimin saja melainkan juga meliputi orang-orang kafir.

Di zamannya, kisah Rasulullah Shallallahu yang begitu amanah tergambar dalam suatu peristiwa di mana beliau dipercayai sebagai orang yang mampu menjaga barang titipan atau harta berharga bagi siapa pun yang menitipkan kepadanya, termasuk orang-orang kafir, yang diketahui begitu membenci.

"Orang-orang kafir di Makkah menentang Rasulullah, mengingkari Beliau, hingga sepakat untuk membunuh Beliau. Namun ketika mereka memiliki harta yang berharga, mereka tak mendapatkan tempat yang mereka percaya untuk menitipkan harta mereka sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Mereka percayai Rasulullah dalam menjaga harta berharga milik mereka, dan tidak dikhianati oleh Rasulullah," ungkap Habib Ahmad bin Novel dalam ceramahnya, dikutip dari akun Youtube Muezza, Selasa (25/8/2020).

Sejatinya jika seseorang ingin menitipkan suatu hal berharga seperti harta, tentu akan memberikannya kepada orang-orang terdekat, bukan orang yang dibencinya atau yang dianggap musuh. Hal ini juga dibarengi dengan sikap yang lebih baik dan santun agar orang yang diberi amanah dalam menjaga harta tersebut tak berniat buruk seperti membawa kabur harta atau menyembunyikannya.

"Tapi lihat, mereka titipkan harta berharga mereka ke Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan di saat bersamaan dengan nyaman mereka menganggu, menganiaya, hingga sepakat membunuh Rasulullah. Tidakkah mereka takut harta mereka dibawa pergi Rasulullah? Jawabannya tidak. Karena mereka sadar betul, sekalipun mereka mengganggu Rasulullah, Beliau tak akan mengkhianati mereka," tambahnya.

Inilah yang disebut dengan kemuliaan yang sesungguhnya, yakni kemuliaan yang diakui oleh musuh sekalipun. Maka ketika mendengar huru hara bahwa para orang kafir tersebut berniat untuk membunuhnya akan datang ke depan rumah beliau dengan pedang di tangannya yang siap menebas, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam langsung melancarkan niatnya untuk berhijrah pergi dari Kota Makkah. Namun di saat itu beliau juga perintahkan Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan harta titipan tersebut kepada mereka, orang-orang kafir, pemilik harta tersebut yang ingin membunuh Rasulullah.

more read :  https://muslim.okezone.com/read/2020/08/25/614/2267273/kisah-rasulullah-sangat-amanah-bahkan-ke-orang-yang-hendak-membunuhnya

Amanah bisa berupa benda, pekerjaan, perkataan, ataupun kepercayaan. Maka, amanah bisa berbentuk apa aja yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya.

Sebagai contoh, dalam pergaulan sehari-hari, kita sering mendengar cerita dari rekan ataupun sahabat tentang diri mereka dan juga orang lain. Sadar atau tidak, sebenarnya cerita-cerita tersebut menjadi amanah buat kita. Karena dipandang sebagai amanah, itu menjadi rahasia yang harus dijaga.

Setiap cerita yang sampai kepada kita pada dasarnya semua adalah amanah. Tak hirau apakah itu benar atau salah. Keduanya harus dirahasiakan, dalam arti tidak memberitahukan kepada orang yang tidak berhak untuk mengetahuinya.

Apalagi, jika cerita itu menyangkut hal negatif. Jika cerita itu benar, berarti itu merupakan suatu aib. Tentu, ia akan merasa malu manakala orang lain mengetahuinya. Maka dari itu, kita diperintahkan untuk tidak menyebarluaskan aib saudara kita. Rasulullah bersabda:

من ستر عورة أخيه المسلم ستر الله عورته يوم القيامة

”Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat kelak.” (HR Ibnu Majah).

Adapun jika cerita itu tidak benar, berarti itu adalah kebohongan. Membicarakan tentangnya sama saja kita telah menyebarkan berita dusta. Dan, ini adalah bentuk pengkhianatan yang paling besar. Karena, kalau pun benar adanya, ia disebut berkhianat sebab ia menceritakan apa yang seharusnya tidak diceritakan. Apalagi kalau tidak benar adanya. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda:

كَبُرَتْ خِيَانَةً أَنْ تُحَدِّثَ أَخَاكَ حَدِيثًا هُوَ لَكَ بِهِ مُصَدِّقٌ وَأَنْتَ لَهُ بِهِ كَاذِبٌ

”Khianat terbesar adalah ketika engkau membicarakan saudaramu perkara yang bagimu itu menganggap dirimu jujur, padahal baginya dirimu adalah pembohong.” (HR Bukhari).

Oleh karenanya, untuk menghindari terbuka pintu-pintu dosa dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat lidah, lebih baik memilih diam daripada harus terjebak pada dusta. Inilah cara menjaga rahasia tersebut. Dan, orang yang tidak bisa menjaga rahasia, hakikatnya telah terhimpun tiga tanda kemunafikan dalam dirinya. Rasulullah SAW bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

”Tanda orang munafik ada tiga; Jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkari, dan jika dipercaya ia khianat.” (HR Bukhari).

DALIL SYAR’I :

1.   QS.4/58 : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,…”

2.   QS.33/72 :“Sesungguhnya KAMI telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka mereka semua enggan memikulnya karena mereka khawatir akan mengkhianatinya, maka dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh…”

3.   QS.4/58 :“Sesungguhnya ALLAH memerintahkan kalian untuk mengembalikan titipan-titipan kepada yang memilikinya, dan jika menghukumi diantara manusia agar menghukumi dengan adil…”

4.    QS 2/283 : Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang[180] (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

5.  QS. 8/27 : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

6.  QS. 23/8 : Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

7.   QS. 70/32 : Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

AS-SUNNAH :

1.    “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat,

seorang pemimpin di pemerintahan adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang rakyatnya, suami adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang anggota keluarganya, istri adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang rumah tangga suaminya serta anak-anaknya, dan seorang pembantu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang harta benda majikannya, ingatlah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban kelak di hari Kiamat.” (HR Muttafaq ‘alaih, dalam Lu’lu wal Marjan hadits no. 1199)

2.     “Ada 4 perkara yang jika semuanya ada pada dirimu maka tidak berbahaya bagimu apa yang terlepas darimu dalam dunia: Benar ketika berbicara, menjaga amanah, sempurna dalam akhlaq, menjaga diri dari meminta.” (HR Ahmad dalam musnadnya 2/177; Hakim dalam al-Mustadrak 4/314 dari Ibnu Umar ra; berkata Imam al-Mundziri ttg hadits ini: Telah meriwayatkan Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Thabrani, Baihaqi dengan sanad yang hasan, lih. At-Targhib wa Tarhib 3/589)

MAKNA AMANAH

1.    Bahasa: Bermakna al-wafa’ (memenuhi) dan wadi’ah (titipan). Amanah dalam bahasa Arab berarti memenuhi janji. Amanah diambil dari kata Al-amnu (rasa aman) lawan dari ketakutan. Amanah berarti merasa aman dari pengkhianatan.

2.  Secara Definisi: Seorang muslim memenuhi apa yang dititipkan kepadanya. Segala sesuatu yang harus dijaga dan ditunaikan, baik itu hak-hak Alloh seperti ibadah dan menjauhi maksiat. Maupun hak-hak sesama manusia, seperti menjaga rahasia dan menepati janji.

Amanah bukan hanya dalam hal materi atau hal yang berkaitan dengan kebendaan saja, melainkan berkaitan dengan segala hal, seperti memenuhi tuntutan ALLAH adalah amanah, bergaul dengan manusia dengan cara yang terbaik adalah amanah, demikian seterusnya.

Banyak sekali amanah yang ada di pundak kita, mulai dari amanah untuk mencari nafkah keluarga, mendidik anak, bersosialisasi di masyarakat, dari amanah yang besar sampai amanah yang kecil. Semua amanah yang ada di pundak kita bisa menjadi beban yang sangat dahsyat apabila kita tidak mempunyai kekuatan untuk mengembannya. Maka di sini, sangat penting bagi kita mempunyai kekuatan agar amanah yang ada mampu kita laksanakan. Janganlah kita lari dari amanah, karena hal itu justru akan melemahkanmu dan merupakan awal kegagalanmu. Bila amanah datang menghampirimu, sambutlah ia dengan optimis dan tunaikanlah segera dengan kesungguhan, ketekunan dan kesabaran. Niscaya Allah akan memberikan kemudahan dan keberhasilan.

Dan dari Jabir ra. berkata, tatkala Nabi saw. berada dalam suatu majelis sedang berbicara dengan sahabat, maka datanglah orang Arab Badui dan berkata :Kapan terjadi Kiamat ? » Rasulullah saw. terus melanjutkan pembicaraannya. Sebagian sahabat berkata : » Rasulullah saw. mendengar apa yang ditanyakan tetapi tidak menyukai apa yang ditanyakannya « . Berkata sebagian yang lain : » Rasul saw. tidak mendengar”. Setelah Rasulullah saw. menyelesaikan perkataannya, beliau bertanya:” Mana yang bertanya tentang Kiamat ?” Berkata orang Badui itu:” Saya wahai Rasulullah saw. “. Rasul saw. berkata:” Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah Kiamat”. Bertanya:” Bagaimana menyia-nyiakannya?”. Rasul saw. menjawab:” Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah Kiamat” (HR Bukhari)

Hadits ini sebuah peringatan dari Rasul saw. agar amanah itu diberikan kepada ahlinya. Dan puncak amanah adalah amanah dalam kepemimpinan umat. Jika pemimpin umat tidak amanah berarti kita tinggal menunggu kiamat atau kehancuran.

Ciri-Ciri Pemimpin yang tidak amanah, adalah sbb :

§  Pertama, pemimpin yang tidak memenuhi syarat keahlian, yaitu sebagaimana syarat pemimpin yang disepakati ulama Islam, adalah : Islam, baligh dan berakal, lelaki, mampu (kafaah), merdeka atau bukan budak dan sehat indra dan anggota badannya.

§  Ciri kedua pemimpin yang tidak amanah adalah mementingkan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya.

§  Ciri ketiga adalah berlaku zhalim. Yang dipikirkan adalah kekuasaannya dan fasilitas dari kekuasaan itu, tidak peduli rakyat menderita dan sengsara bahkan tidak peduli tumpahnya darah rakyat karena kezhalimannya.

§  Ciri keempat adalah menyesatkan umat. Pemimpin yang tidak amanah akan melakukan apa saja untuk menyesatkan umat. Misalnya, dengan kekayaannya yang diperoleh secara zhalim membeli media masa untuk menjadi ‘corongnya’. Rasul saw bersabda:” “Selain Dajjaal ada yang lebih aku takuti atas umatku; yaitu para pemimpin yang sesat” (HR Ahmad).

§  Ciri kelima adalah membuat dan rusak dan hancur seluruh tatanan sosial masyarakat. Salah satu bentuknya adalah menjadi dominannya seluruh bentuk kemaksiatan dalam kepemimpinannya, seperti kemusyrikan, sihir dan perdukunan, zina dan pornografi, minuman keras dan Narkoba, pencurian dan korupsi, pembunuhan dan kekerasan, dll.

Tunaikanlah Amanah

Besar atau kecil amanah yang dibebankan kepada kita, hendaknya kita tunaikan atau kita laksanakan. Apabila amanah itu tidak kita tunaikan, maka akan berakibat kepada diri kita serta kepada orang lain. Dampaknya, kita tidak akan mendapat kepercayaan dari orang lain lagi, karena telah mengecewakan serta membuat kerugian. Allah Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al Anfal 8: 27)

Amanah Kepemimpinan

Manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini. Di mana manusia sebagai pemimpin atau khalifah di muka bumi harus senantiasa menjalankan amanah kepemimpinannya dengan baik yaitu memakmurkan dan melestarikan bumi. “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi.” (QS. Fathir 35: 39)

Padahal dahulu ketika amanah terbesar (memakmurkan dan melestarikan bumi) diberikan kepada ciptaan Allah, mereka tidak ada yang menyanggupinya karena beban tersebut terlalu berat. Dan hanya manusialah yang berani menerima tawaran yang diberikan Allah Ta’ala tersebut. “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. al Ahzab 33: 72)

Setiap manusia adalah pemimpin, baik pemimpin bagi manusia yang lain atau pemimpin bagi dirinya sendiri. Dan setiap pemimpin pasti akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat atas apa yang dilakukannya. Sebaik-baik pemimpin adalah yang mampu memberi kemanfaatan bagi yang dipimpinnya. Dan seburuk-buruk pemimpin adalah yang lalai dari apa yang diamanahkannya serta memberikan keburukan bagi yang dipimpinnya.

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. Bersabda: “Kalian adalah pemimpin, yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Suami adalah pemimpin keluarganya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam mengelola harta tuannya, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Oleh karena itu, kalian sebagai pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Janganlah Berkhianat

Apabila kita diberi kepercayaan untuk mengemban suatu amanah maka hendaknya kita selesaikan amanah tersebut dengan sebaik mungkin, dengan segala kemampuan. Termasuk ciri orang munafik apabila kita melalaikan atas amanah yang dibebankan kepada kita. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang dikabarkan oleh Rasulullah saw. sebagai golongan orang yang munafik. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: Apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Dan seburuk-buruk orang yang lalai dari amanah adalah orang yang diberi beban atau tanggungjawab yang besar untuk mengelola negara atau bertanggung jawab terhadap orang banyak. Di mana kebijakan yang dibuat hanya untuk kepentingan hawa nafsunya sendiri, tidak untuk memberi kebaikan bagi rakyat yang dipimpinnya, justru memberi keburukan bagi rakyat yang dipimpinnya. Hal seperti ini yang dapat dikategorikan dengan pengkhianatan terhadap rakyat. Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra. Bahwasanya Nabi saw. Bersabda: “Setiap pengkhianat, pada hari kiamat nanti mempunyai sebuah bendera yang ditancapkan di pantatnya, lantas dengan bendera itu ia ditarik ke atas sesuai dengan pengkhianatannya. Ingatlah tiada pengkhianat yang lebih jahat melebihi pemimpin rakyat yang berkhianat.” (HR. Muslim)

HUBUNGAN AMANAH DENGAN KEIMANAN

1. Amanah Merupakan Tuntutan Iman, dan khianat merupakan tanda hilangnya keimanan dan mulai merasuknya kekafiran dalam diri seseorang. Sabda nabi SAW: “Tidak ada iman pada orang-orang yang tidak ada amanah dalam dirinya, dan tidak ada agama pada orang yang tidak bisa dipegang janjinya.” (HR Ahmad 3/135, Ibnu Hibban dalam shahihnya Mawarid azh-Zham’an-47, al-Bazzar dalam musnadnya Kasyful Astar-100, lih. Juga dalam Albani Shahih Jami’ Shaghir-7056)

2. Hilangnya Amanah Merupakan Tanda Kiamat, yang salah satu cirinya adalah dipegangnya amanah oleh yang orang-orang bukan ahlinya dalam masalah tersebut. Sabda nabi SAW: “Ketika amanah telah disia-siakan maka tunggulah tibanya Kiamat.” Kata para sahabat ra: Bagaimanakah disia-siakannya wahai rasulullah? Jawab nabi SAW: “Ketika suatu urusan dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tunggulah tibanya Kiamat.’” (HR Bukhari dalam Fathul Bari’ hadits no. 59 dan 6496)

3.  Hilangnya Amanah Terjadi Bertahap, sebagaimana sabda nabi SAW: “Seorang tertidur maka hilanglah amanah dari hatinya bagaikan titik hitam, lalu ketika ia tertidur lagi maka hilanglah amanah tersebut bagaikan bekas/jejak, demikianlah seterusnya sampai tidak ada lagi amanah dihatinya, dan tidak ada lagi di hati manusia, sehingga mereka tidak menemukan lagi orang yang amanah. Maka berkatalah sebagian mereka: Di tempat si fulan masih ada seorang yang bisa dipercaya. Sampai dikatakan kepada seseorang: Ia tidak bisa dipegang, tidak berakal, tidak ada dihati mereka sebesar biji sawi dari keimanan.” (HR Muslim dalam Mukhtashar Shahih Muslim hadits no. 2035)

JENIS-JENIS AMANAH

1.   Amanah Fithrah: Yaitu amanah yang diberikan oleh Sang Pencipta SWT sejak manusia dalam rahim ibunya, bahkan jauh sejak dimasa alam azali, yaitu mengakui bahwa ALLAH SWT sebagai RABB/Pencipta, Pemelihara dan Pembimbing (QS 7/172).

2.   Amanah Syari’ah/Din: Yaitu untuk tunduk patuh pada aturan ALLAH SWT dan memenuhi perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA, barangsiapa yang tidak mematuhi amanah ini maka ia zhalim pada dirinya sendiri, dan bodoh terhadap dirinya, maka jika ia bodoh terhadap dirinya maka ia akan bodoh terhadap RABB-nya (QS 33/72).

3. Amanah Hukum/Keadilan: Amanah ini merupakan amanah untuk menegakkan hukum ALLAH SWT secara adil baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat maupun bernegara (QS 4/58). Makna adil adalah jauh dari sifat ifrath (ekstrem/berlebihan) maupun tafrith (longgar/berkurangan).

4. Amanah Ekonomi: Yaitu bermu’amalah dan menegakkan sistem ekonomi yang sesuai dengan aturan syariat Islam, dan menggantikan ekonomi yang bertentangan dengan syariat serta memperbaiki kurang sesuai dengan syariat (QS 2/283).

5.   Amanah Sosial: Yaitu bergaul dengan menegakkan sistem kemasyarakatan yang Islami, jauh dari tradisi yang bertentangan dengan nilai Islam, menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, menepati janji serta saling menasihati dalam kebenaran, kesabaran dan kasih-sayang (QS 23/8).

6. Amanah Pertahanan dan Keamanan: Yaitu membina fisik dan mental, dan mempersiapkan kekuatan yang dimiliki agar bangsa, negara dan ummat tidak dijajah oleh imperialisme kapitalis maupun komunis dan berbagai musuh Islam lainnya (QS 8/27).


AL QUWWAH WAL AMANAH

Allah SWT telah menjelaskan kepada kita bagaimana pemimpin yang baik itu, melalui beberapa contoh kepemimpinan yang Allah ketengahkan dalam kitab-Nya, Al-Qur’an. Dalam QS Al-Qashash: 26, Allah SWT berfirman: “Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Wahai bapakku, ambillah ia (Musa) sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat (al-qawiyy) lagi dapat dipercaya (al-amin)".

Dalam ayat tersebut, Musa as disifati memiliki dua sifat yaitu al-qawiyy (kuat) dan al-amin (bisa dipercaya). Inilah dua sifat yang harus dimiliki oleh seseorang yang “bekerja untuk negara”. Dua sifat tersebut adalah al-quwwah yang bermakna kapabilitas, kemampuan, kecakapan, dan al-amanah yang bermakna integritas, kredibilitas, moralitas.

Al Quwwah

Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan ketika ia memegang amanah kepemimpinan. Kepemimpinan tidak boleh diserahkan kepada orang-orang yang lemah. Dalam sebuah riwayat dituturkan, bahwa Rasulullah Saw pernah menolak permintaan dari Abu Dzar al-Ghifariy yang menginginkan sebuah kekuasaan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Abu Dzar berkata, “Aku berkata kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah tidakkah engkau mengangkatku sebagai penguasa (amil)?” Rasulullah Saw menjawab, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau orang yang lemah. Padahal, kekuasaan itu adalah amanah yang kelak di hari akhir hanya akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali orang yang mengambilnya dengan hak, dan diserahkan kepada orang yang mampu memikulnya.”Yang dimaksud dengan kekuatan di sini adalah kekuatan ‘aqliyyah dan nafsiyyah. Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan akal yang menjadikan dirinya mampu memutuskan kebijakan yang tepat dan sejalan dengan akal sehat dan syari’at Islam. Seorang yang lemah akalnya, pasti tidak akan mampu menyelesaikan urusan-urusan rakyatnya. Lebih dari itu, ia akan kesulitan untuk memutuskan perkara-perkara pelik yang harus segera diambil tindakan. Pemimpin yang memiliki kekuatan akal akan mampu menelorkan kebijakan-kebijakan cerdas dan bijaksana yang mampu melindungi dan mensejahterakan rakyatnya. Sebaliknya, pemimpin yang lemah akalnya, sedikit banyak pasti akan merugikan dan menyesatkan rakyatnya.

Selain harus memiliki kekuataan ‘aqliyyah, seorang pemimpin harus memiliki kekuatan nafsiyyah (kejiwaan). Kejiwaan yang kuat akan mencegah seorang pemimpin dari tindakan tergesa-gesa, sikap emosional, dan tidak sabar. Seorang pemimpin yang lemah kejiwaannya, cenderung akan mudah mengeluh, gampang emosi, serampangan dan gegabah dalam mengambil tindakan. Pemimpin seperti ini tentunya akan semakin menyusahkan rakyat yang dipimpinnya.

Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. HR. Muslim

Kekuatan Mengemban Amanah (Al Quwwah Wal Amanah) 

 
more read :  https://www.jakmall.com/blog/cara-menjaga-amanah-atau-titipan-yang-diberikan/                                                                                    

Untuk senantiasa menjaga diri kita dari kelalaian mengemban amanah, maka dibutuhkan kekuatan penunjang agar amanah yang ada di pundak kita dapat kita laksanakan dengan baik. Kekuatan atau kemampuan mengemban amanah bukan pada kuantitas (banyak dan sedikit) amanah yang diemban, melainkan pada kualitas diri kita dalam mengemban amanah. Kekuatan tersebut antara lain:

1.Kekuatan Hati

Kekuatan hati adalah dengan mengingat Allah, pemenuhan kebutuhan hati sangatlah penting, agar ruh atau jiwa memiliki semangat hidup. Tanpa adanya pemenuhan kebutuhan hati maka jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepada kita.

Menjaga kedekatan kita kepada Allah Ta’ala merupakan sumber kekuatan yang paling penting. Karena hal ini berkaitan erat dengan niat serta keikhlasan kita. Kekuatan hati dapat kita pupuk dengan banyak beribadah kepada Allah Ta’ala. Allah akan senantiasa menolong hamba-hambanya yang beriman. “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS. Al Mu’min 40: 51)

Dengan semakin berkualitasnya keimanan kita maka orientasi amalpun akan senantiasa mengharap keridhaan dari Allah Ta’ala. Dalam setiap melaksanakan amanah yang ada pada diri kita, senantiasa untuk mengharap barokah dari Allah Ta’ala. Apabila kita lalai dalam menjaga keimanan kita, bisa jadi orientasi kita akan beralih hanya untuk mengejar nafsu duniawi saja.

“Ikhlas merupakan suatu kekuatan iman pengendali jiwa yang mendorong seseorang untuk menyingkirkan kepentingan pribadi dan menjauhkan keinginan-keinginan materi, sehingga tujuan amal semata-mata hanya untuk mengharap ridha Allah Ta’ala. Sebesar apapun amalan yang kita kerjakan akan sia-sia manakala tidak disertai dengan niat yang ikhlas.” (Abdullah Nashih ‘Ulwan)

2.Kekuatan Akal

Akal adalah yang membedakan manusia dengan hewan, dengan akal manusia lebih mulia dari makhluk lainnya. Tentu saja apabila digunakan untuk hal kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Dengan adanya ilmu dan wawasan yang luas maka amanah yang ada dipundak kita akan dengan mudah kita laksanakan.

Ilmu dan wawasan akan memberikan jalan bagi kita untuk mempermudah dalam menyelesaikan setiap ada permasalahan. Banyak sekali perbedaan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Dengan ilmu, kita mendapatkan nilai lebih di hadapan manusia dan di hadapan Allah Ta’ala. “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujadilah 58: 11)

3.Kekuatan Fisik

Selain adanya kekuatan hati serta kekuatan akal, kekuatan fisik juga sangat menentukan terlaksananya amanah. Apabila kita memiliki kekuatan hati serta kekuatan akal tapi kita lemah dalam kekuatan fisik (sakit-sakitan), maka kita tidak akan mampu merealisasikannya.

Menjaga kondisi fisik agar senantiasa sehat merupakan suatu hal yang harus kita lakukan, yaitu dengan senantiasa olah raga yang teratur, menjaga pola makan kita, makan dan minum yang halal serta baik, menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan. Bukankan orang yang kuat lebih dicintai Allah dari pada orang yang lemah? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dikatakan bahwa “Mukmin yang kuat itu lebih baik atau disukai Allah daripada mukmin yang lemah.”

Khatimah

Amanah terbesar kita sebagai manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi ini, untuk memakmurkan dan melestarikan bumi demi kemaslahatan umat. Kemampuan kita mengemban amanah bukan pada banyak sedikitnya amanah yang ada pada kita, melainkan pada kualitas diri dan kesungguhan karena Allah dalam menunaikan amanah. Untuk bisa mengemban amanah yang ada di pundak kita, maka diperlukan tiga kekuatan, yaitu kekuatan hati, kekuatan akal serta kekuatan fisik.

Yakinlah, bahwa layaknya sebuah beban setiap amanah yang Alah berikan tidak akan melebihi kemampuan hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al Baqarah 2: 286)





note: literasi dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  ADA SELEKSI SEKOLAH UNTUK IKUTI KURIKULUM PROTOTIPE Sekolah yang akan mengikuti Kurikulum Prototipe harus melewati seleksi. Penerapan k...