Minggu, 21 Oktober 2012

"ingat sedudo ingat nganjuk"

    LEGENDA ASAL USUL AIR TERJUN SEDUDO

PADA ZAMAN DAHULU DI KERAJAAN KEDIRI, SANG RAJA MEMILIKI SEORANG PUTRI YANG MEMPUNYAI PENYAKIT ANEH SEPERTI CACAR NAMUN SANGAT MENJIJIKKAN BAGI YANG MELIHATNYA. AKHIRNYA OLEH SANG RAJA YANG TIDAK LAIN AYAHNYA SENDIRI PUTRI TERSEBUT DI SURUH UNTUK BEROBAT KE SEBUAH PADEPOKAN YANG BERADA DI DAERAH PACE.  PEMILIK PADEPOKAN SEKALIGUS TEMAN DARI RAJA INI DISURUH MENYEMBUHKAN DAN MENYEMBUNYIKAN IDENTITAS SANG PUTRI DARI RAKYAT SEKITAR, AKHIRNYA SETIAP PAGI PUTRI DIMANDIKAN DI AIR TERJUN RORO KUNING UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT SEKALIGUS PADA PAGI HARI DI AIR TERJUN RORO KUNING YANG BELUM DIPAKAI OLEH RAKYAT DI SEKITARNYA.

         KIAN HARI PENYAKIT PUTRI BERANGSUR – ANGSUR SEMBUH.  PARAS CANTIKNYA KIAN TERLIHAT KEMBALI. ANAK DARI PEMILIK PADEPOKAN TERSEBUT MULAI MENGETAHUI SIAPA SI PUTRI INI. BAHWA SI PUTRI TERSEBUT ADALAH ANAK DARI RAJA KEDIRI YANG SEDANG BEROBAT DI PADEPOKAN MILIK AYAHNYA. AKHIRNYA KEDUA ANAK DARI PEMILIK PADEPOKAN TERSEBUT MENGEJAR HATI DARI PUTRI KERAJAAN KEDIRI.

         KETIGA INSAN TERSEBUT MERAJUT CINTA, DAN CERITA BARULAH BERMULA KETIKA SI PUTRI TERSEBUT SEMBUH DARI PENYAKITNYA. NAMUN SANG RAJA DARI KERAJAAN KEDIRI MENJODOHKAN PUTRI TERSEBUT DENGAN CALON PILIHAN SANG AYAH. LALU KEDUA ANAK DARI PEMILIK PADEPOKAN TESEBUT PATAH HATI BERAT. SEHINGGA SAMPAI BERBULAN -       BULAN KEDUA ANAK TERSEBUT MENGURUNG DIRI DI SEBUAH KAMAR. SUATU KETIKA MEREKA KELUAR DARI KAMAR DENGAN SIKAP YANG BERUBAH TOTAL. YANG DULU BEGITU RAMAH DENGAN ORANG SEKITAR, KINI KEDUA ANAK TERSEBUT TIDAK MEMILIKI SOPAN SANTUN SAMA SEKALI TERHADAP ORANG LAIN SEMENJAK PERISTIWA TERSEBUT.

        KARENA SIKAP YANG DIMILIKI OLEH KEDUA ANAKNYA, MAKA PEMILIK PADEPOKAN TERSEBUT MENGUTUS KEDUA ANAK TERSEBUT BERSEMEDI UNTUK MELUPAKAN JALINAN KASIH DENGAN PUTRI KERAJAAN KEDIRI.  NAMUN SEBELUM MELAKUKAN SEMEDI KAKAK BERADIK INI MENGUCAPKAN SEBUAH IKRAR SANG ADIK TIDAK AKAN PERNAH SOPAN SANTUN LAGI KEPADA ORANG LAIN SEDANGKAN SANG KAKAK AKAN SELALU HIDUP MELAJANG.

         AKHIRNYA SANG KAKAK BERTAPA DI SEBUAH AIR TERJUN TERTINGGI, MAKA DARI ITU AIR TERJUN YANG BERADA PALING TINGGI ITU DINAMAKAN AIR TERJUN SEDUDO YANG ARTINYA “SING MENDUDO” ATAU DALAM BAHASA INDONESIA ARTINYA “YANG MELAJANG”.  SEDANGKAN ADIKNYA BERTAPA DI AIR TERJUN SINGOKROMO YANG ARTINYA “SING ORA KROMO” ATAU DALAM BAHASA INDONESIA ARTINYA “YANG TIDAK MEMILIKI SOPAN SANTUN”. LETAK DARI AIR TERJUN SINGOKROMO BERADA DI BAWAH AIR SEDUDO. NAMA DARI KEDUA AIR TERJUN TERSEBUT DI AMBIL DARI JANJI MEREKA SEWAKTU AKAN MELAKUKAN SEMEDI DULU.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  ADA SELEKSI SEKOLAH UNTUK IKUTI KURIKULUM PROTOTIPE Sekolah yang akan mengikuti Kurikulum Prototipe harus melewati seleksi. Penerapan k...